BELAJAR, Jaringan

Perbedaan Perangkat Jaringan Switch Dan Hub

SWVSHUB

Assalamualaikum lumayan lama nih jarang update, kali ini kitashare  akan sharing tentang perbedaan perangkat jaringan antara switch dan hub. yang ingin kitashare lakukan adalah bagaimana kita bisa tahu perbedaan antara kedua perangkat jaringan tersebut. karna dalam hal mendasar ini kita suka lupa bahkan tidak tahu perbedaanya serta manfaat  atau fungsi dari masing-masing perangkat tersebut. untuk itu kitashare disini biar lebih jelas dan bermanfaat.

PERBEDAAN SWITCH DAN HUB

Pengertian Switch :

Switch

Switch ialah sebuah perangkat keras yang memungkinkan terjadinya distribusi packet data antar komputer dalam jaringan dan mampu untuk mengenali topologi jaringan di banyak layer sehingga packet data dapat langsung sampai ke tujuan.

Karakterisktik Switch :

  1. Tergolong peralatan Layer 2 dalam OSI Model (Data Link Layer)
  2. Dapat menginspeksi data yang diterima
  3. Dapat menentukan sumber dan tujuan data
  4. Dapat mengirim data ke tujuan dengan tepat sehingga akan menghemat bandwith.
  5. Dapat menangani lebih dari dua port dan lebih dari dua komunikasi data dalam waktu bersamaan

Cara kerja switch:

  1. Switch mengirimkan data mengikuti MAC address yang terdapat pada NIC sehingga switch mengetahui alamat tujuanya
  2. Ketika paket data dikirimkan melalui salah satu port pada switch, maka pengiriman paket data tersebut tidak akan terlihat dan tidak terkirim ke setiap port lainnya sehingga masing-masing port mempunyai bandwidth yang penuh. Hal ini menyebabkan kecepatan pentransferan data lebih terjamin.

cara-kerja-switch

Sebagai contoh Switch memiliki 24 port kemudian port 1 melakukan pengiriman paket data ke port 2 tetapi Switch tidak mem-broadcast ke tiap-tiap port karena Switch memiliki database physical NIC (Network Interface Card) dengan begini switch mengurangi traffik transmisi data dan meningkatkan kinerja network, kemungkinan collision (tabrakan) minim bahkan tidak ada .  Jika switch ingin mengetahui salah satu host switch akan bertanya kepada seluruh host (broadcast) setelah itu host yang dituju akan merespon langsung secara multicast tanpa broadcast kemabali. dan apabila switch ingin mencari host tersebut, switch tidak perlu bertanya secara broadcast lagi karena switch telah memiliki MAC Address dari host tersebut. CMIIW.

Jenis-jenis Switch :

  1. Manageable Switch

Manageable switch adalah switch yang bisa di atur untuk kebutuhan jaringan tertentu, ada beberapa perbedaan mendasar yang membedakan antara switch manageable dengan switch non manageable.perbedaan tersebut dominan bisa di lihat dari kelebihan dan keunggulan yang dimiliki oleh switch manageable itu sendiri.

Kelebihan switch manageable adalah:
Mendukung penyempitan broadcast jaringan dengan VLAN.
Pengaturan access user dengan access list.
Membuat keamanan network lebih terjamin.
Bisa melakukan pengaturan port yang ada.
Mudah memonitoring trafick maintenance network karena dapat diakses tanpa harus berada di dekat switch.

2.  Unmanageble Switch

Unmanageble switch adalah switch yang tidak dapat di managed, switch tersebut sudah siap pakai tinggal pasang dan switch sudah bisa digunakan tanpa perlu di seting. Harga switch Non Manageble lebih murah jika dibandingkan Manageable Switch Namun apabila terjadi masalah dengan jaringan kita, kita tidak akan bisa melakukan troubleshooting dengan mudah karena switch nya tidak bisa diapa-apakan. Problem yang paling sering terjadi diantaranya ip address conflict, tidak bisa konek dll. Ip address conflict, Apabila jaringan sudah mulai tersebar diberbagai area, akan sangat sulit melakukan troubleshooting computer mana yang menyebabkan masalah tersebut.

Kekurangan menggunakan switch:

  1. Harga sedikit lebih mahal daripada HUB dikarenakan switch adalah perkembangan dari HUB HUB
  2. Hanya memiliki satu collision control untuk semua port yang memungkinkan dapat terjadinya bentrok/tabrakan data karena transmisi data hanya dikontrol oleh satu collision
  3. Hanya dapat menggunakan kabel straight, jadi bila ingin menggunakan kabel cross yang sudah ada harus diubah menjadi kable straight terlebih dahulu

Pengertian Hub :

hub

Hub ialah perangkat jaringan yang sederhana. Hub tidak mengatur alur jalannya data di jaringan, jadi setiap packet data yang melewati Hub akan dikirim (broadcast) ke semua port yang ada hingga packet data tersebut sampai ke tujuan. Hal tersebut dapat membuat hub menjadi collisions dan memperlambat jaringan.

Hub menerima pesan dari node pengirim dan menjalankannya ke node tujuan. Hub identik dengan topologi star. Hub terdiri dari beberapa port. Port ini digunakan untuk memasang konektor RJ-45 yang sudah dipasangi kabel UTP. Dilihat dari jumlah portnya, hub terdiri dari hub port 5, 8, 16, 24 dan 32. Salah satu port digunakan untuk hubungan antar-hub (cascading). Port yang digunakan untuk hubungan antar-hub disebut port uplink.

Karakteristik HUB :

– Hub awalnya mensupport kecepatan ethernet 10 Mbps.
– Namun dewasa ini banyak hub memiliki kecepatan data 100 Mbps.
– Beberapa jenis hub mendukung dua kecepatan 10 Mpbs / 100 Mbps atau dikenal dengan dengan dual- speed hubs.
– Tergolong peralatan Layer 1 dalam OSI model (Physical layer).
– Tidak dapat membaca paket-paket data.
– Tidak dapat mengetahui sumber dan tujuan data.
– Hanya berperan menerima dan meneruskan data yang masuk ke semua peralatan di jaringan termasuk yang mengirim data.
– Dapat memperkuat sinyal elektrik data yang masuk sebelum dikirimkan ke tujuan.

Cara kerja HUB:

Cara kerja alat ini adalah dengan cara mengirimkan sinyal paket data ke seluruh port pada hub sehingga paket data tersebut diterima oleh seluruh computer yang berhubungan dengan hub tersebut kecuali computer yang mengirimkan. Sinyal yang dikirimkan tersebut diulang-ulang walaupun paket data telah diterima oleh komputer tujuan

hub

cara-kerja-hub

Contoh Hub memiliki 24 port kemudian port 1 melakukan pengiriman paket data ke port 2 alhasil paket dari port 1 tersebut akan dibroadcast ke selain port 2 sehingga kemungkinan terjadinya collision (tabrakan) Hal ini mengakibatkan penurunan kecepatan transfer data.

Keuntungan menggunakan HUB:

Menggunakan hub memungkinkan Anda untuk atap-drop pada percakapan dengan penganalisa protokol jaringan, sering disebut sebagai “sniffer

Kekurangan menggunakan HUB:


Karena mereka mengulang semua lalu lintas yang mereka terima pada semua port tiap terhubung terpasang NIC akan memiliki waktu yang lebih sulit mendapatkan dengan lalu lintas ke jaringan

begitulah sekilas tentang Switch dan HUb. Semoga bermanfaat keep post and Share🙂

About mgun7

Not special but Limited edition

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KATEGORI

DAFTAR ISI

Follow Us on Twitter

RSS Mr. Memble

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS detik.com

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.